Upacara tradisional
Perang Obor dalam pelaksanaanya masih melestarikan tradisi leluhur. Upaca ini
diselenggarakan erat kaitannya dengan kegiatan penduduk sehari-hari, terutama
kegiatan petani dan mengolah tanah.Upacara tersebut dilaksanakan pada hari
senin pahing malam selasa pon pada bulan Dzulhijjah, namun untuk pelaksanaan
ini disesuaikan denganmasa panen. Dalam pola berfikir orang Jawa yang menganut
tradisi warisan dan leluhur pada keyakinan atau kepercayaan terhadap apa yang
dianggap hari keramat dan suci.Warga Tegalsambi meyakini bahwa hari tersebut
merupakan hari hilangnya wabah penyakit yang menimpa warga desa Tegalsambi.
Menurut keyakinan yang ada, upacara tradisional perang obor akan memperkuat
dugaan akan hilangnya wabah penyakit. Tanpa upacara tersebut, warga percaya ada
kemungkinan datangnya wabah penyakit dan malapetaka, sehingga akan
mengakibatkan bencana bagi penduduk yang bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar