Rabu, 16 Desember 2015

Tugas ICT 6



Upacara tradisional Perang Obor dalam pelaksanaanya masih melestarikan tradisi leluhur. Upaca ini diselenggarakan erat kaitannya dengan kegiatan penduduk sehari-hari, terutama kegiatan petani dan mengolah tanah.Upacara tersebut dilaksanakan pada hari senin pahing malam selasa pon pada bulan Dzulhijjah, namun untuk pelaksanaan ini disesuaikan denganmasa panen. Dalam pola berfikir orang Jawa yang menganut tradisi warisan dan leluhur pada keyakinan atau kepercayaan terhadap apa yang dianggap hari keramat dan suci.Warga Tegalsambi meyakini bahwa hari tersebut merupakan hari hilangnya wabah penyakit yang menimpa warga desa Tegalsambi.

Menurut keyakinan yang ada, upacara tradisional perang obor akan memperkuat dugaan akan hilangnya wabah penyakit. Tanpa upacara tersebut, warga percaya ada kemungkinan datangnya wabah penyakit dan malapetaka, sehingga akan mengakibatkan bencana bagi penduduk yang bersangkutan.

Tugas ICT 5







Istilah Lomban oleh sebagian masyarakat Jepara disebutkan dari kata “lomba-lomba” yang berarti masyarakat nelayan masa itu bersenang-senang melaksanakan lomba-lomba laut yang seperti sekarang masih dilaksanakan setiap pesta Lomban, namun ada sebagian mengatakan bahwa kata-kata lomban berasal dari kata “Lelumban” atau bersenang-senang. Pesta Lomban merupakan pesta masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Jepara dalam bentuk sedekah laut. Namun kini sudah menjadi milik keseluruhan masyarakat Jepara, bukan nelayan saja. Semuanya mempunyai makna yang sama yaitu merayakan hari raya dengan bersenang-senang setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh. Yang pasti, bada lomban merupakan momen bagi para nelayan untuk bersenang-senang dalam merayakan Idul Fitri setelah menunaikan puasa sebulan penuh. Tidak hanya para nelayan, anak-anak yang tinggal di sekitar pantai dengan menyeramakkan tersebut dengan menggunakan baju warna-warni. Pesta ini merupakan puncak acara dari Pekan Syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawal atau 1 minggu setelah hari Raya Idul Fitri dengan melarung kepala kerbau ke tengah lautan. Pusat perayaan ini berada di Pantai Kartini, Jepara, namun bisa juga disaksikan di Ujung Gelam, Pantai Koin, Karimunjawa, pantai bandengan, pantai bondo, serta beberapa tempat yang di tentukan sebelumnya. Selain bada lomban, dikenal pula bada kupat. Kupat adalah bentuk tradisional yang tidak asing lagi bagi masyarakat khususnya masyarakat Jawa Tengah. Secara harfiah, ketupat merupakan jenis makanan yang dibuat dari pembungkus pelepah daun janur berbentuk hati yang di dalamnya berisi beras yang sudah matang. Ketupat ini hanyalah merupakan bentuk simbolisasi yang bermakna hati putih yang dimiliki oleh seseorang yang kembali suci.
Ketupat dalam bahasa Jawa berasal dari singkatan “Ngaku Lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Maknanya, dengan tradisi ketupat diharapkan setiap orang mau mengakui kesalahan, sehingga memudahkan diri untuk memaafkan kesalahan orang lain. Singkatnya, semua dosa yang ada akan saling terlebur bersamaan dengan hari raya idul fitri. Selain itu ketupat mengandung empat makna yakni: lebar, lebur, luber dan labur. Lebar artinya luas, lebur artinya dosa atau kesalahan yang sudah diampuni, luber maknanya pemberian pahala yang berlebih, dan labur artinya wajah yang ceria. Secara keseluruhan bisa dimaknai sebagai suatu keadaan yang paling bahagia setelah segala dosa yang demikian besar diampuni untuk kembali menjadi orang yang suci dan bersih. Banyak makna filosofis yang dikandung dalam makanan ketupat ini. Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa. Sebagian masyarakat juga memaknai rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia sedangkan warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah hari raya. Adapun bentuk ketupat yang persegi, menjadi simbol atau perwujudan cara pandang kiblat papat lima pancer. Cara pandang itu menegasikan adanya harmonisasi dan keseimbangan alam: empat arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara yang bertumpu pada satu pusat. Maknanya, manusia dalam kehidupan, ke arah manapun dia pergi, hendaknya tidak pernah melupakan pancer yaitu tuhan yang maha Esa. Selain ketupat, makanan khas di Jepara pada saat pesta lomban adalah lepet.
Lepet adalah makanan terbuat dari ketan dan kelapa, kadang-kadang ditambahkan dengan kacang tanah, dibungkus juga dengan janur tetapi cara membungkusnya berbeda degan kupat. Janur dilipat secara memanjang dimana adonan ketan diletakkan di tengah-tengahnya, kemudian diikat dengan tali bambu secara melingkar. Lepet memberi makna pertama, "mangga dipun silep ingkan rapet" (Jawa: mari disimpan/dikubur dengan rapat-rapat). Kedua, dibungkus menyerupai mayat dan diikat laksana kafan (pembungkus mayat), memberi makna bahwa ketan itu lengket dan dierat dengan tali persaudaraan, agar kesalahan tidak menjadi dendam sampai mati. Secara bebas dimaknai dari Kupat-Lepet ini adalah "Mengakui segala kesalahan dan memohon maaf, kemudian mengubur kesalahan tersebut dalam-dalam untuk tidak diulangi dengan hati yang bersih, agar persaudaraan semakin erat, tidak ada dendam hingga ajal menjelang". Tujuan diadakannya Pesta Lomban ini sebagai bentuk nyata peran Pemerintah Kabupaten Jepara dalam melestarikan budaya lokal Jepara, sebagai salah satu bentuk kearifan lokal Jepara sekaligus event untuk mempromosikan potensi wisata Kabupaten Jepara khususnya wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Jepara.   

Tugas ICT 4

        Setiap orang pasti memiliki cita-cita atau impian dalam hidupnya. Suatu impian tersebut dapat diraih apabila masing-masing individu memiliki komitmen yang kuat terhadap apa yang ia cita-citakan.Sebagai umat muslim sudah sepatutnya kita memiliki cita-cita yang mulia.Kita tahu apabila kita ikhtiar dalam hidup kita lalu bertawakkal kepada Allah maka Allah akan memudahkan jalan hidup kita.Yang pada akhirnya kita akan mendapatkan kegiatan hidup didunia dan diakherat kelak.
        Maka kesadaran akan kekuasaan Allah yang tak terbatas adalah suatu manifestasi iman kepada allah. Kita tahu kehidupan didunia tidak akan kekal, masih ada kehidupan selanjutnya dan kehidupan tersebut yang akan abadi.Maka dengan selalu beribadah kepada Allah dan selalu mendekatkan diri kepadannya adalah sebuah cara agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan hidup didunia dan diakherat.